
ActaIndonesia.com, JAKARTA— Masyarakat Indonesia semakin terbiasa memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga dan bahan dapur melalui kanal digital. Nilai transaksi kategori Food & Beverages (F&B) di e-commerce mencapai Rp20,6 triliun pada Semester I 2026, meningkat 52% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata mengatakan pergeseran belanja pada Semester I 2026 menunjukkan masyarakat Indonesia semakin terbiasa memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga secara digital.
“E-commerce tidak lagi terbatas pada pembelian produk sekunder atau gaya hidup, tetapi mulai menjadi konsiderasi alternatif untuk pembelian kebutuhan pokok, dapur, dan kebutuhan harian masyarakat,” ujar Hanindia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Data Compas.co.id dalam Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 mencatat nilai transaksi kategori F&B mencapai Rp20,6 triliun pada Semester I 2026. Nilai tersebut meningkat dari Rp13,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan nilai transaksi tersebut juga mengubah pangsa kategori F&B dalam industri FMCG online. Pangsa F&B meningkat dari 20% pada periode sebelumnya menjadi 23% pada Semester I 2026. Dengan demikian, kenaikan transaksi F&B berlangsung bersamaan dengan meningkatnya kontribusi kategori tersebut terhadap total industri FMCG online.

Selain nilai transaksi, Compas.co.id mencatat peningkatan pada jumlah barang yang dibeli. Sales quantity kategori F&B tumbuh 33% YoY pada Semester I 2026. Menurut Compas.co.id, pertumbuhan nilai penjualan tersebut mencerminkan peningkatan permintaan konsumen, sekaligus dipengaruhi kenaikan harga pada sejumlah komoditas yang mencapai sekitar 15%.
Kebutuhan Pokok dan Bahan Dapur
Pertumbuhan kategori F&B di kanal digital terutama terlihat pada produk kebutuhan pokok harian dan bahan dapur. Compas.co.id mencatat sejumlah subkategori yang mengalami peningkatan nilai transaksi secara tahunan.

Air mineral menjadi subkategori F&B dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi. Penjualan subkategori tersebut meningkat 219% YoY pada Semester I 2026.
Minyak goreng berada di posisi berikutnya dengan pertumbuhan 123% YoY. Kedua produk tersebut merupakan bagian dari kebutuhan yang masuk dalam kelompok kebutuhan pokok dan bahan dapur yang mencatat peningkatan di kanal digital.
Pertumbuhan juga tercatat pada sejumlah produk konsumsi harian lainnya. Penjualan teh meningkat 97% YoY, sementara instant noodles & pasta atau mi instan dan pasta tumbuh 91%.
Penjualan gula meningkat 79% YoY, sedangkan kopi tumbuh 75% YoY. Dengan demikian, peningkatan transaksi tidak hanya tercatat pada air mineral dan minyak goreng, tetapi juga pada sejumlah produk yang digunakan atau dikonsumsi dalam kebutuhan sehari-hari.
Produk makanan ringan juga mengalami pertumbuhan di pasar digital. Penjualan permen meningkat 121% YoY, sedangkan sweet snacks tumbuh 100% YoY pada periode yang sama.
Ramadan Dorong Transaksi
Selain pertumbuhan secara tahunan, pola musiman pada kuartal pertama 2026 turut memberikan dorongan terhadap transaksi F&B secara kuartal ke kuartal (quarter-on-quarter/QoQ).

Compas.co.id mencatat periode Ramadan dan persiapan Lebaran mendorong peningkatan transaksi pada sejumlah subkategori F&B. Buah-buahan mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 255% QoQ.
Pertumbuhan juga terjadi pada biskuit dan kue kering yang meningkat 157% QoQ. Sementara itu, penjualan set hadiah dan hampers tumbuh 133% QoQ, sedangkan kacang meningkat 130% QoQ.
Data tersebut merupakan bagian dari laporan Compas.co.id yang mencatat perkembangan kategori F&B selama Semester I 2026. Selain pertumbuhan tahunan pada kebutuhan pokok dan produk konsumsi harian, laporan tersebut juga mencatat perubahan transaksi yang terjadi pada periode Ramadan dan persiapan Lebaran pada kuartal pertama.
Reseller Kuasai Transaksi
Dari sisi kanal penjualan, transaksi F&B pada Semester I 2026 lebih banyak berlangsung melalui toko non-resmi atau reseller. Kanal tersebut menyumbang 77% dari total transaksi F&B dengan nilai Rp15,8 triliun.
Sementara itu, Official Store menyumbang 23% transaksi dengan nilai Rp4,8 triliun. Data tersebut menunjukkan pembagian transaksi berdasarkan kanal penjualan yang dicatat Compas.co.id dalam laporan Semester I 2026.
Dari sisi platform, Shopee mencatat transaksi F&B sebesar Rp12,2 triliun dengan pangsa 59%. ShopTokopedia mencatat transaksi Rp8,1 triliun dengan pangsa 39%.
Kedua platform tersebut menjadi bagian dari kanal digital yang tercakup dalam laporan Compas.co.id untuk melihat perkembangan pasar FMCG e-commerce pada periode Januari hingga Juni 2026.
Laporan FMCG E-commerce Market Update Semester 1 2026 dari Compas.co.id mencakup lima kategori utama, yaitu Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare.
Untuk kategori dan periode yang dilaporkan, Compas.co.id menggunakan data dari empat platform e-commerce, yakni Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli. Data tersebut mencakup periode Januari hingga Juni 2026.



