BREAKING
● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun ● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun
Place Your Ad Here970 × 130 pxContact: redaksi@actaindonesia.com | WhatsApp: +62 85-11-77-87-987

Kemenpar Dorong Gastronomi Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Lokal

ActaIndonesia.com, YOGYAKARTA—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pengembangan gastronomi Indonesia tidak berhenti pada pengalaman kuliner, tetapi menjadi bagian dari perjalanan wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pengembangan gastronomi membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku industri, chef, praktisi, akademisi, dan komunitas agar kekayaan kuliner Indonesia dapat berkembang sebagai identitas sekaligus penggerak sosial-ekonomi.

“Kita mempertemukan pemerintah, pelaku industri, chef, praktisi, akademisi, dan komunitas untuk membicarakan gastronomi dari berbagai sisi, sebagai identitas dan penggerak sosial-ekonomi, bagaimana warisan kuliner dapat berkembang menjadi bisnis, potensi wisata gastronomi, hingga bagaimana rasa dan cerita Indonesia dapat dibangun menjadi narasi global,” kata Widiyanti dalam pembukaan WIG Talks 2026 di Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut Widiyanti, wisata gastronomi tidak berhenti pada pengalaman mencicipi makanan. Kekayaan kuliner Indonesia perlu dikembangkan menjadi daya tarik yang mampu menggerakkan perjalanan wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat orang mencicipi makanan Indonesia. Kita ingin rasa menjadi alasan orang melakukan perjalanan, datang ke suatu daerah, bertemu masyarakatnya, mengenal bahan pangannya, mendengar ceritanya, lalu meninggalkan manfaat ekonomi bagi mereka yang hidup di sepanjang rantai gastronomi tersebut,” tuturnya.

Upaya mempertemukan kekayaan rasa dengan peluang bisnis diwujudkan melalui Artisan Market yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Grand Hotel De Djokja. Kegiatan tersebut menghadirkan 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta serta 13 kolaborator melalui workshop, sharing session, dan live cooking demo.

Artisan Market menjadi ruang temu bagi produk gastronomi lokal, dengan berbagai produk berbahan baku lokal, mulai dari beras beraroma khas, rempah, keju artisan, teh dan kopi nusantara, hingga jamu tradisional.

Produk lainnya yang hadir antara lain madu murni, gula kelapa organik, tempe, kue kering artisanal, kombucha, dan soda artisan.

“Produsen dan UMKM dari berbagai daerah dipertemukan dengan pasar melalui beragam produk. Ini penting, karena ekosistem gastronomi hanya akan berkembang ketika mereka yang menghasilkan produk juga memperoleh akses kepada pembeli, industri, dan peluang pasar yang lebih luas,” kata Widiyanti.

Menurutnya, ruang temu antara produsen, UMKM, industri, dan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan. Kekayaan kuliner, kata dia, tidak hanya terjaga sebagai warisan, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pengembangan pengalaman gastronomi juga dilakukan melalui Tastemaker Gastronomy Trip, salah satunya ke Mazaraat Artisan Cheese, produsen keju artisan di Indonesia yang didirikan Jamie Najmi dan Nieta Pricillia.

Di Mazaraat, pengunjung dapat melihat proses produksi berbagai jenis keju, mencoba membuat keju sendiri, hingga menikmati kudapan cheese spread di tengah lanskap persawahan Yogyakarta.

Melalui Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG), Kementerian Pariwisata juga ingin menyoroti kemampuan produk lokal Indonesia untuk bersaing dengan produk impor dan menjadi bagian dari rantai pasok hotel, restoran, dan kafe (HOREKA).

“Bagi kami, inilah salah satu wajah penting gastronomi, ketika kekayaan lokal tidak berhenti sebagai potensi, tetapi masuk ke pasar, tumbuh menjadi usaha, menciptakan nilai tambah, dan menjadi bagian dari industri pariwisata,” ujar Widiyanti saat berkunjung ke Mazaraat Cheese.

Setelah rangkaian WIG di Solo dan Yogyakarta, program tersebut akan berlanjut ke Sumatra Barat pada 2027. Widiyanti menyebut Sumatra Barat sebagai salah satu daerah yang kekayaan rasa dan tradisi kulinernya telah lama menjadi salah satu wajah Indonesia yang dikenal dunia.

“Setelah Solo dan Yogyakarta, tahun depan kita akan bergerak menuju Sumatra Barat, sebuah daerah yang kekayaan rasa dan tradisi kulinernya telah lama menjadi salah satu wajah Indonesia yang dikenal dunia. Dari sana, kita akan terus membawa semangat yang sama: dari akar lokal menuju pengakuan global, dari rasa menjadi perjalanan, dan dari perjalanan menjadi kesejahteraan,” ucapnya.

Rangkaian WIG 2026 juga mencakup Indonesia Restaurant Months bersama Priceless by Mastercard di 150 restoran di enam kota serta Chef Collaboration di berbagai hotel dan restoran di tiga kota.

Selain itu, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menghadirkan Culinary Festival pada 7 Oktober hingga 1 November 2026 yang melibatkan 32 mal di 14 kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *