
ActaIndonesia.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 28 Juli 2026. Sulawesi Selatan menjadi daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Dalam pembaruan prakiraan cuaca BMKG, Senin, 27 Juli 2026, kombinasi dinamika atmosfer dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik yang diprediksi berada di Samudra Pasifik timur Filipina dan Samudra Pasifik utara Papua Nugini.
Kondisi tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, daerah perlambatan angin (konvergensi) terpantau memanjang di Selat Malaka, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Samudra Hindia barat Bengkulu, pesisir selatan Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Selat Makassar bagian selatan, serta Gorontalo.
Sementara itu, daerah pertemuan angin (konfluensi) terbentuk di Laut China Selatan, Laut Natuna, serta Samudra Pasifik timur Filipina hingga utara Papua.
BMKG menyebut kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik maupun sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi.
Dengan begitu, di wilayah timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Mamuju. Hujan ringan diprakirakan turun di Mataram, Ambon, dan Jayapura.
Sementara itu, Denpasar, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Adapun Nabire berpotensi mengalami asap atau kabut.
Di wilayah barat Indonesia, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Banjarmasin. Hujan ringan berpotensi mengguyur Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Pontianak, Palangkaraya, dan Tanjung Selor.
Sementara itu, Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkalpinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Adapun Samarinda berpotensi mengalami asap atau kabut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, mengingat kondisi atmosfer yang dinamis dapat menyebabkan perubahan cuaca secara cepat.



