BREAKING
● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun ● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun
Place Your Ad Here970 × 130 pxContact: redaksi@actaindonesia.com | WhatsApp: +62 85-11-77-87-987

Apple Perbarui Creator Studio, Hadirkan Fitur AI Baru untuk Editor Video, Desainer, hingga Musisi

ActaIndonesia.com, JAKARTA—Apple memperkenalkan pembaruan besar untuk Apple Creator Studio dengan menghadirkan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk mempercepat proses kreatif. Pembaruan ini mencakup sejumlah aplikasi andalan Apple.

Melalui pembaruan tersebut, Apple memperkuat integrasi antaraplikasi di dalam ekosistem kreatifnya. Pengguna kini dapat berpindah dari proses penyuntingan video, pengolahan gambar, pembuatan presentasi, hingga produksi musik dengan lebih mudah tanpa harus keluar dari lingkungan kerja Apple.

Apple menyebut, pembaruan ini membuat Apple Creator Studio menjadi lebih terhubung, lebih canggih, dan lebih pintar melalui pemanfaatan AI yang diproses langsung di perangkat (on-device AI). Pendekatan tersebut memungkinkan berbagai fitur AI berjalan lebih cepat sekaligus menjaga privasi pengguna karena tidak bergantung pada pemrosesan berbasis cloud.

Pembaruan terbesar hadir pada Final Cut Pro, aplikasi penyunting video profesional Apple untuk Mac dan iPad. Apple menghadirkan berbagai fitur AI baru yang ditujukan untuk mempercepat alur kerja editor, mulai dari pembuatan subtitle otomatis hingga penyempurnaan proses penyuntingan video.

Salah satu fitur yang menjadi sorotan adalah Generate Captions, yang mampu mentranskripsikan audio menjadi subtitle secara otomatis dan langsung menempatkannya di timeline proyek. Editor juga dapat mengatur jenis huruf, warna, posisi, maupun animasi subtitle sesuai kebutuhan.

Selain itu, Apple memperkenalkan Edit Detection, fitur yang dapat menganalisis video yang telah dirender, kemudian memecahnya kembali menjadi klip-klip penyusun pada timeline. Dengan demikian, editor dapat melakukan penyuntingan ulang atau membuat versi video yang lebih singkat tanpa harus mencari titik potong secara manual.

Khusus pengguna Mac, Final Cut Pro kini dilengkapi Auto Mask, yang secara otomatis mengenali objek seperti kulit, rambut, langit, dedaunan, hingga pakaian untuk mempermudah proses masking. Apple juga meningkatkan kemampuan Match Color agar menghasilkan penyamaan warna yang lebih akurat pada berbagai kondisi pencahayaan, serta menghadirkan Advanced Trimming untuk penyesuaian frame yang lebih presisi.

Selain fitur berbasis AI, Final Cut Pro memperoleh Creator Themes baru dengan dukungan berbagai rasio aspek, judul dinamis, dan latar belakang yang dapat dikustomisasi sehingga memudahkan kreator menghasilkan konten untuk berbagai platform.

Apple juga memperbarui Motion dan Compressor yang menjadi bagian dari ekosistem produksi video profesional. Motion kini mendukung grafis vektor secara native dan menghadirkan fitur Distribute Layers untuk mempercepat pembuatan animasi kompleks.

Sementara Compressor memperoleh Immersive Metadata Viewer, dukungan Apple Projected Media Profile 180 derajat untuk Apple Vision Pro, serta Anaglyph View untuk pratinjau video stereoskopik.

Di sisi lain, Final Cut Camera untuk iPhone dan iPad kini mendukung Clean HDMI Out sehingga pengguna dapat mengirimkan sinyal video tanpa tampilan antarmuka ke monitor maupun perangkat perekam eksternal. Dukungan codec ProRes juga diperluas, termasuk ProRes LT, serta opsi menonaktifkan digital zoom agar seluruh gambar direkam menggunakan resolusi optik penuh.

Apple juga memperluas integrasi Pixelmator Pro ke berbagai aplikasi. Pengguna Final Cut Pro kini dapat mengirim frame tertentu langsung ke Pixelmator Pro untuk membuat thumbnail atau materi promosi media sosial, kemudian mengembalikannya ke timeline setelah selesai diedit.

Integrasi serupa juga tersedia pada Keynote, Pages, dan Numbers. Gambar yang terdapat di dalam dokumen dapat dibuka langsung di Pixelmator Pro, diedit menggunakan seluruh perangkat yang tersedia, lalu hasilnya otomatis tersimpan kembali ke dokumen asal tanpa mengganggu alur kerja pengguna.

Pixelmator Pro kini juga mendukung pembuatan shape berbasis AI, pembuatan gambar menggunakan deskripsi bahasa alami, serta menghadirkan Content Hub yang menyediakan koleksi foto, ilustrasi, grafis, dan elemen desain premium sebagai sumber inspirasi.

Pembaruan turut hadir pada aplikasi produktivitas Apple. Keynote memperoleh transisi dan efek animasi baru, Pages di iPhone dan iPad kini mendukung Auto-Hyphenate dan Show Invisibles untuk penyuntingan dokumen yang lebih presisi, sedangkan Numbers memungkinkan pengguna menyembunyikan atau memberi kode warna pada masing-masing lembar kerja agar navigasi spreadsheet menjadi lebih mudah.

Apple juga mengumumkan bahwa pada iOS 27, iPadOS 27, dan macOS 27, Freeform akan memperoleh Dark Mode, folder untuk mengelola papan kerja, dukungan menggambar di Mac, kemampuan membuat shape berbasis AI, serta membuka gambar langsung di Pixelmator Pro.

Di bidang produksi musik, Apple memperbarui Logic Pro dengan meningkatkan kemampuan Chord ID sehingga dapat mengenali struktur akor secara lebih akurat, termasuk extended chord dan inversi. Pembaruan tersebut juga membuat Session Players mampu merespons perubahan akor dengan lebih baik.

Apple turut memperkenalkan Producer Project, yang membuka seluruh sesi produksi lagu “Shoulda Never” karya produser pemenang Grammy, Khris Riddick-Tynes. Pengguna dapat mempelajari proses produksi profesional secara langsung, mulai dari rekaman multitrack, permainan MIDI, hingga pengolahan vokal.

Selain itu, synthesizer Alchemy memperoleh mode granular baru beserta Granular Alchemy Sound Pack yang berisi kumpulan loop dan preset. Beat Breaker juga diperbarui dengan filter, mode pan, dan kontrol acak baru untuk membantu musisi menciptakan variasi ritme dengan lebih mudah.

Apple menyatakan seluruh pembaruan Apple Creator Studio sudah tersedia sebagai pembaruan gratis bagi pelanggan yang telah berlangganan layanan tersebut. Untuk pelanggan baru, Apple Creator Studio ditawarkan dengan harga US$12,99 per bulan atau US$129 per tahun, disertai masa uji coba gratis selama satu bulan.

Pembeli Mac baru maupun iPad yang memenuhi syarat juga akan memperoleh akses gratis selama tiga bulan. Selain layanan berlangganan tersebut, Apple tetap menyediakan Keynote, Pages, Numbers, dan Freeform secara gratis di iPhone, iPad, dan Mac. Sementara Final Cut Pro, Logic Pro, Pixelmator Pro, Motion, Compressor, dan MainStage juga tetap tersedia dalam skema pembelian satu kali melalui Mac App Store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *