BREAKING
● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun ● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun
Place Your Ad Here970 × 130 pxContact: redaksi@actaindonesia.com | WhatsApp: +62 85-11-77-87-987

Whoosh Layani 184.000 Wisatawan Asing Sepanjang Semester I 2026, Malaysia Dominasi

ActaIndonesia.com, JAKARTA—Whoosh merupakan satu-satunya kereta cepat di Asia Tenggara. Keberadaannya menjadi daya tarik bagi sejumlah wisatawan dari berbagai negara. Tercatat, sampai Juni 2026, ada 184.740 warga negara asing naik moda transportasi berbasis rel tersebut.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, peningkatan jumlah penumpang asing menunjukkan Whoosh semakin dikenal sebagai transportasi yang cepat, nyaman, dan efisien, khususnya untuk perjalanan di koridor Jakarta–Bandung.

“Whoosh tidak hanya menjadi moda transportasi pilihan masyarakat Indonesia, tetapi juga semakin banyak digunakan oleh wisatawan mancanegara,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Dia menuturkan, perjalanan kereta yang cepat, nyaman, dan efisien menjadi pendukung mobilitas wisatawan dari negara lain selama berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

Secara kumulatif, ujarnya, sejak mulai beroperasi pada Oktober 2023 hingga Juni 2026, Whoosh telah melayani 866.458 penumpang WNA.

Berdasarkan data KCIC, wisatawan asal Malaysia mendominasi penggunaan Whoosh sepanjang semester pertama 2026 dengan 74.902 penumpang, atau rata-rata sekitar 12.484 penumpang per bulan.

Pada Juni 2026, penumpang asal Malaysia mencapai 12.700 orang dari total 35.436 penumpang WNA yang menggunakan Whoosh pada bulan tersebut.

Secara keseluruhan sejak Whoosh mulai beroperasi, Malaysia juga menjadi negara dengan jumlah pengguna terbanyak, yakni 373.433 penumpang.

Posisi berikutnya ditempati Singapura sebanyak 106.010 penumpang, China 75.659 penumpang, Jepang 41.416 penumpang, Korea 28.144 penumpang, Australia 27.103 penumpang, Amerika Serikat 26.307 penumpang, Brunei Darussalam 22.213 penumpang, India 21.491 penumpang, dan Belanda 19.438 penumpang.

Eva mengatakan, tinggi minat wisatawan Malaysia menggunakan Whoosh sejalan dengan besarnya jumlah kunjungan wisatawan negara tersebut ke Indonesia, terutama ke kawasan Bandung Raya.

Bandung, ujarnya, selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan Malaysia untuk berbelanja, menikmati kuliner, hingga berwisata bersama keluarga maupun rombongan.

Selain berfungsi sebagai sarana transportasi, Whoosh juga dinilai menjadi bagian dari pengalaman wisata bagi wisatawan asing. Banyak pelancong tertarik mencoba kereta cepat pertama di Asia Tenggara sebagai salah satu atraksi selama berada di Indonesia.

Eva menambahkan KCIC akan terus meningkatkan kualitas layanan agar Whoosh semakin mudah diakses oleh seluruh penumpang, termasuk wisatawan mancanegara.

Menurutnya, penguatan layanan transportasi yang cepat, nyaman, dan terintegrasi diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antardestinasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *