BREAKING
● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun ● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun
Place Your Ad Here970 × 130 pxContact: redaksi@actaindonesia.com | WhatsApp: +62 85-11-77-87-987

Bappenas: Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2025 Capai Rp4,7 Triliun

ActaIndonesia.com, JAKARTA — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun. Dampak tersebut mencakup dampak langsung, tidak langsung, dan lanjutan (induced impact).

Estimasi tersebut tercantum dalam Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9). Peluncuran buku tersebut sekaligus menjadi momentum dimulainya penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika menunjukkan pentingnya pengembangan ekosistem industri olahraga yang terpadu.

“Pembelajaran dari MotoGP Mandalika menunjukkan pentingnya pengembangan ekosistem industri olahraga yang terpadu. Potensi industri olahraga belum sepenuhnya terkonversi menjadi nilai tambah, investasi, dan lapangan kerja di dalam negeri,” ujar Rachmat di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 mencakup manfaat bagi sektor pariwisata, UMKM, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, dan masyarakat di NTB. Penyelenggaraan ajang tersebut juga mendukung terciptanya puluhan ribu kesempatan kerja pada tahap persiapan dan penyelenggaraan.

Dari sisi promosi, eksposur media global menghasilkan Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun. Nilai tersebut mencerminkan nilai promosi Indonesia dan Mandalika dari eksposur media global.

Kementerian PPN/Bappenas dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melakukan survei selama MotoGP Mandalika 2025 dengan melibatkan lebih dari 1.800 responden. Responden terdiri atas penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor.

Hasil survei mencatat skor pengalaman penonton (brand equity) sebesar 5,07 dari skala 6. Kajian tersebut juga memperkirakan peningkatan eksposur Mandalika berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen apabila didukung promosi destinasi yang terintegrasi.

“MotoGP Mandalika telah memperlihatkan bagaimana sebuah event olahraga kelas dunia mampu memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta menggerakkan ekonomi lokal. Sinergi sektor pariwisata dengan olahraga akan terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan sport tourism Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Manfaat ekonomi lokal juga terlihat dari keterlibatan UMKM, aktivitas usaha, dan kesempatan kerja. Hasil survei mencatat tingkat kepuasan tenaga kerja dan relawan sebesar 5,51 dari skala 6. Sementara itu, kepuasan keseluruhan pelaku UMKM dan tenant mencapai 5,23 dari skala 6.

Dukungan Pemerintah Provinsi NTB serta pemerintah kabupaten/kota turut menunjang penyelenggaraan MotoGP Mandalika melalui anggaran penyelenggaraan ajang, promosi pariwisata, pelayanan kesehatan, pengamanan, peningkatan infrastruktur, dan kegiatan pendukung.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan Mandalika merupakan aset strategis daerah. Keberhasilan MotoGP, menurutnya, diukur dari jumlah penonton, penguatan citra Mandalika, kualitas pengalaman wisatawan, serta kontribusinya terhadap perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan manfaat dari MotoGP perlu dikembangkan dari penyelenggaraan acara menjadi pembangunan kawasan dalam jangka panjang.

“MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional dapat menjadi katalis bagi pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Bagi ITDC, momentum ini perlu ditransformasikan dari sekadar event-based economy menjadi event-led development, sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan pembangunan kawasan dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Ahmad Fajar.

Pembelajaran dari MotoGP Mandalika kemudian menjadi landasan bagi Kementerian PPN/Bappenas untuk mulai menyusun Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional.

“Kementerian PPN/Bappenas memulai penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional sebagai acuan bersama yang menetapkan arah, fokus, target, serta pembagian peran lintas sektor,” kata Rachmat.

Dokumen tersebut akan menjadi acuan pembangunan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan, dengan memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah, memperjelas pembagian peran pemangku kepentingan, serta memperkuat pemantauan dan evaluasi.

“Pengembangan industri olahraga harus menjadi gerakan bersama. Prestasi olahraga, industri olahraga, dan penyelenggaraan event internasional saling memperkuat. Kolaborasi lintas kementerian menjadi fondasi agar Indonesia semakin mampu menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga dunia yang profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Pemerintah berharap hasil kajian MotoGP Mandalika menjadi dasar kebijakan pengembangan sport tourism dan industri olahraga serta mendukung pencapaian target pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029.

“Pada akhirnya, yang ingin kita bangun bukan hanya semakin banyak event olahraga, tetapi ekosistem industri olahraga Indonesia yang semakin kuat, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rachmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *