
ActaIndonesia.com, ACEH TAMIANG—Permainan papan atau boardgame tidak hanya menjadi sarana hiburan. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memanfaatkannya untuk membantu pemulihan anak-anak terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
Melalui program “Riang dan Kreatif Dalam Permainan Gim Papan”, sebanyak 50 siswa diajak bermain menggunakan gim papan lokal. Berikut lima fakta menarik dari program tersebut.
1. Boardgame dipakai sebagai media pemulihan trauma
Kementerian Ekraf mengombinasikan aktivitas bermain dengan pendekatan trauma healing. Permainan digunakan untuk membantu anak kembali berinteraksi, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan optimisme setelah mengalami bencana.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan permainan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana pemulihan emosional dan penguatan interaksi sosial.
2. Ada dua gim lokal yang dimainkan
Dalam kegiatan yang berlangsung di Tribun Bupati Aceh Tamiang, Jumat (11/9/2026), anak-anak bermain menggunakan dua boardgame lokal, yakni Sekata dan Superfood.

Kementerian Ekraf menyebut kedua permainan tersebut ramah anak dan mudah dipahami. Selain menjadi aktivitas bermain, keduanya digunakan untuk mendorong interaksi sosial dan memperkaya literasi kebahasaan.
3. Yang dipulihkan bukan hanya kondisi emosional, tetapi juga kemampuan belajar
Program tersebut menggabungkan pemulihan pascabencana dengan kegiatan literasi. Dengan permainan interaktif, anak-anak diajak belajar sambil bermain sehingga aktivitas pemulihan tidak berlangsung dalam suasana yang formal.
Kementerian Ekraf juga membuka peluang agar permainan tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar maupun komunitas di daerah.
4. Bencana justru menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan gim lokal ke luar Jawa
Ada sisi lain dari kegiatan ini yang berkaitan dengan industri ekonomi kreatif. Penggunaan boardgame lokal di Aceh Tamiang sekaligus memperluas jangkauan karya permainan Indonesia ke luar Pulau Jawa.
Menurut Riefky, pemanfaatan boardgame merupakan bagian dari kolaborasi ekonomi kreatif. Produk permainan lokal tidak hanya diposisikan sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran yang digunakan masyarakat.
5. Program Ekraf pascabencana menargetkan 5.788 penerima manfaat
Kegiatan di Aceh Tamiang merupakan bagian dari gerakan “Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”. Secara keseluruhan, Kementerian Ekraf menyiapkan 103 kegiatan dengan target 5.788 penerima manfaat untuk mendukung pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga 11 September 2026, sebanyak 30 kegiatan telah terlaksana dengan menjangkau 2.216 peserta. Adapun 73 kegiatan lainnya ditujukan kepada 3.572 peserta dan diproyeksikan selesai secara bertahap hingga akhir tahun.
Bagi anak-anak Aceh Tamiang, kegiatan ini menghadirkan cara berbeda untuk kembali beraktivitas setelah bencana. Sementara bagi industri ekonomi kreatif, boardgame lokal mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk permainan Indonesia dapat memiliki fungsi yang lebih luas, termasuk sebagai media pembelajaran dan pemulihan sosial.


