Kereta Api Logistik Angkut 1,7 Juta Ton Barang pada Mei, Ada Barang Berbahaya

ActaIndonesa.com, JAKARTA—PT Kereta Api Logistik (Kalog) mencatat volume angkutan barang mencapai 1,7 juta ton sepanjang Mei 2026. Capaian ini menjadi bagian dari total 6,8 juta ton barang yang telah dikelola perusahaan selama lima bulan pertama tahun ini.

Direktur Operasi KAI Logistik, Wisnu Handoko, mengungkapkan bahwa dari volume tersebut, angkutan batu bara masih menjadi kontributor terbesar. Komoditas ini menjadi tulang punggung distribusi logistik berbasis kereta api, terutama untuk menopang kebutuhan energi nasional.

“Layanan logistik berbasis kereta api dan multimoda menjadi solusi distribusi yang efisien, aman, dan berkelanjutan untuk berbagai sektor industri,” kata Wisnu di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Selain batu bara, Kalog juga menangani berbagai komoditas lain seperti peti kemas, semen, bahan bakar minyak (BBM), Crude Palm Oil (CPO), retail, hingga limbah B3 atau bahan berbahaya dan beracun.

Keberadaan limbah B3 dalam daftar angkutan, ujarnya, menunjukkan bahwa Kalog tidak hanya menggarap komoditas umum, tetapi juga barang yang memerlukan standar keamanan dan penanganan khusus.

Dia menuturkan, pengangkutan limbah B3 memiliki tingkat risiko tinggi karena berkaitan dengan potensi pencemaran lingkungan dan keselamatan operasional.

Selain limbah B3, lanjutnya, distribusi BBM juga menjadi komoditas sensitif yang membutuhkan sistem pengangkutan dengan protokol keselamatan ketat. Hal ini menegaskan bahwa moda kereta api semakin diandalkan untuk logistik barang-barang strategis dan berisiko tinggi.

Dia merinci, pada Mei 2026, dari 1,7 juta ton barang yang diangkut, sebanyak 1,1 juta ton merupakan angkutan batu bara. Kemudian, sektiar 267.000 ton angkutan peti kemas, 224.000 ton layanan pra dan purna BBM/BBK, dan sekitar 38.000 ton angkutan semen.

Selain itu, Kalog juga mengangkut 6.000 ton pengiriman barang retail serta 684 ton angkutan limbah B3 yang memerlukan penanganan khusus sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Pada bulan ke-5 tahun ini, perusahaan juga tercatat mulai menjalankan layanan pengangkutan Crude Palm Oil dan berhasil mengelola volume sebesar 17 ribu ton pada tahap awal operasional.

Dia menambahkan, Kalog juga berhasil mengangkut 6,8 juta ton sepanjang Januari-Mei 2026, yang terdiri dari berbagai macam komoditas strategis. Barang-barang yang diangkut itu, ujarnya, untuk memenuhi kebutuhan industri nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *