
ActaIndonesia.com, JAKARTA—PT Jasa Raharja (Persero) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), termasuk melalui intervensi keselamatan yang mengacu pada data 7.229 titik kecelakaan sebagai dasar penentuan lokasi prioritas.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru perlu diantisipasi melalui langkah yang terencana dan terintegrasi, termasuk pencegahan kecelakaan dan kesiapan pelayanan korban.
Dalam menghadapi Nataru, ujarnya, Jasa Raharja tidak hanya berfokus terhadap kesiapan pelayanan santunan, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan kecelakaan.
“Kami ingin memastikan seluruh kapasitas perusahaan dapat memberikan kontribusi optimal melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Awaluddin di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Jasa Raharja menetapkan tiga fokus utama dalam menghadapi Nataru, yakni Prevent Accidents, Accelerate Protection, dan Integrate Safety Actions. Ketiganya menjadi landasan untuk memperkuat pencegahan kecelakaan, meningkatkan kecepatan pelayanan korban, serta mengintegrasikan langkah keselamatan bersama instansi terkait.

Pada aspek pencegahan kecelakaan (Prevent Accidents), perusahaan memprioritaskan upaya berbasis risiko melalui survei jalur dan penanganan titik rawan kecelakaan (blackspot) bersama Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri), Kementerian Perhubungan, dan dinas perhubungan.
Jasa Raharja juga mendukung penguatan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) angkutan umum serta edukasi keselamatan bagi pengemudi dan pengendara sepeda motor. Optimalisasi Pos Pelayanan Terpadu turut disiapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di titik rawan kecelakaan dan jalur wisata.
Pada aspek percepatan perlindungan (Accelerate Protection), Jasa Raharja memperkuat kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan. Langkah tersebut mencakup integrasi data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Polri, Data Sistem Informasi Asuransi (DASI) Jasa Raharja, dan rumah sakit melalui JR Care.
Perusahaan juga menyiapkan aktivasi Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat serta kesiapsiagaan personel secara nasional.
Sementara itu, melalui aspek integrasi tindakan keselamatan (Integrate Safety Actions), Jasa Raharja menyiapkan aktivasi Command Center yang terhubung dengan posko Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan jaringan kantor wilayah.
Integrasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemantauan harian terhadap kejadian kecelakaan, fatalitas, titik rawan, serta kesiapan pelayanan. Jasa Raharja juga mendorong pemanfaatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai wadah untuk menghasilkan tindak lanjut yang lebih cepat dan terukur terhadap persoalan keselamatan transportasi.
Awaluddin mengatakan penyelenggaraan angkutan Nataru membutuhkan sinergi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan. Jasa Raharja berkomitmen memberikan dukungan sesuai mandat dan kapasitasnya dengan tetap menghormati fungsi serta kewenangan masing-masing institusi.
“Melalui kesiapsiagaan yang terintegrasi, kami berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang aman, lancar, dan berkeselamatan,” ungkap Awaluddin.


