Desember Jani dari Palari Films Akan Tayang Jelang Hari Ibu

ActaIndonesia.com, JAKARTA—Rumah produksi Palari Films memperkenalkan film terbarunya berjudul Desember Jani yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 22 Desember 2026, bertepatan menjelang Hari Ibu. Film ini menjadi proyek spesial karena seluruh jajaran kreatif inti hingga para pemerannya didominasi perempuan.

Film tersebut menjadi debut film panjang bagi sutradara dan seniman visual Ariani Darmawan. Naskahnya ditulis novelis dan penyair pemenang penghargaan Cyntha Hariadi, yang untuk pertama kalinya menulis skenario film.

Produser Meiske Taurisia mengatakan Desember Jani menjadi film pertama Palari Films yang sangat kental dengan perspektif perempuan.

“Seluruh pembuatnya hingga para pemerannya adalah perempuan, dengan cerita yang juga sangat dekat dengan perempuan, terutama bagi seorang ibu dan anak perempuan,” ujar Meiske dalam siaran pers yang dilihat pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Film ini diproduseri Meiske bersama Muhammad Zaidy dan menghadirkan jajaran pemeran lintas generasi seperti Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, serta debut layar lebar Hyori Mika.

Desember Jani berkisah tentang tiga generasi perempuan dalam satu rumah yang mulai kehilangan cara untuk saling berbicara. Tokoh Jani, remaja berusia 13 tahun, menjadi jembatan untuk menyatukan kembali keluarganya.

Cerita film ini mengangkat tema hubungan antargenerasi, cinta dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali, yang disebut dekat dengan keseharian keluarga Indonesia.

Sutradara Ariani Darmawan mengatakan proyek tersebut memberinya ruang eksplorasi kreatif yang luas, termasuk memanfaatkan Bandung sebagai latar utama film.

“Bersama jajaran pemeran perempuan di film ini kami meramu kisah yang akan menghangatkan penonton menjelang akhir tahun nanti,” ujarnya.

Dalam film tersebut, Tutie Kirana memerankan Oma Peggy, sosok lansia yang tetap menjalankan usaha lumpia. Sementara Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu yang menyimpan rasa bersalah, Hyori Mika sebagai Julia, anak sulung yang memilih pergi dari rumah, dan Chempa Puteri sebagai Jani.

Pemeran Sigi Wimala mengaku proses produksi film terasa berbeda karena para pemain diberi waktu membangun kedekatan layaknya keluarga sebelum syuting dimulai.

“Kami diberi waktu untuk berkumpul bersama sebagai keluarga itu cukup lama. Jadi semuanya dibangun secara organik,” ujarnya.

Sementara bagi pemeran Chempa Puteri, Desember Jani menjadi pengalaman pertamanya sebagai pemeran utama film panjang. Dia mengaku banyak belajar dari para senior yang terlibat dalam produksi tersebut.

Adapun, Hyori Mika mengungkapkan karakter Julia mewakili keresahan anak muda yang tengah mencari jati diri dan batasan dalam hubungan keluarga.

Tutie Kirana menyebut film ini menggambarkan perempuan yang tetap berdaya dalam berbagai fase kehidupan. “Sebagai perempuan memang harus berdaya, bahkan saat sudah lanjut usia,” ujar Tutie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *