
ActaIndonesia.com, JAKARTA – KAI Logistik resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Bogantara Indo Transport untuk mengembangkan layanan pengiriman komoditas hasil bumi dan hewan ternak menggunakan moda kereta api.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis (7/5) sebagai langkah awal pengembangan layanan distribusi logistik pangan strategis secara masif.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan kolaborasi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terintegrasi melalui layanan KALOG Plus.
“Sejalan dengan visi untuk menjadi perusahaan total logistics solution, kami melalui layanan KALOG Plus berupaya menghadirkan solusi logistik yang mampu memenuhi kebutuhan pengiriman multikomoditas dalam jumlah besar, termasuk sumber daya pangan hasil bumi dan ternak,” ujar Yuskal dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, pengiriman hewan ternak menjadi tantangan baru bagi perusahaan sehingga mendorong pengembangan inovasi layanan, termasuk modifikasi kontainer khusus untuk pengangkutan ternak dalam jumlah besar.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok sektor peternakan dan pangan nasional melalui distribusi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
Pada tahap awal implementasi, pengiriman akan difokuskan untuk komoditas sapi dengan rute dari Stasiun Ketapang menuju Stasiun Jakarta Gudang.
KAI Logistik menyebut moda kereta api memiliki keunggulan kapasitas dibandingkan transportasi darat seperti truk. Satu gerbong diperkirakan mampu mengangkut 14 hingga 18 ekor sapi, sehingga dalam satu perjalanan sekitar 280 ekor sapi dapat didistribusikan sekaligus.
Selain kapasitas besar, pengiriman menggunakan kereta api juga dinilai lebih efisien dari sisi waktu. Estimasi pengiriman hanya membutuhkan sekitar 26 jam.
“Durasi perjalanan yang singkat ini menjadi faktor krusial bagi kesejahteraan hewan (animal welfare), karena mampu membuat kondisi ternak tetap stabil, minim stres, serta menjaga kesehatan hingga tiba di lokasi tujuan,” kata Yuskal.
Ia menambahkan layanan tersebut juga mengedepankan standar keamanan, keselamatan, ketepatan waktu, serta prinsip green logistics untuk menjaga kualitas ternak selama proses distribusi.
Ke depan, KAI Logistik akan melakukan evaluasi dan pengembangan berkelanjutan terhadap skema operasional layanan pengiriman ternak ini, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai solusi distribusi logistik nasional yang efisien dan berkelanjutan.


