BREAKING
● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun ● Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Melakukan Perombakan Kabinet Besar-besaran ● Presiden Prabowo Subianto Berhentikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ● Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jakarta, 1 Oktober 2026 ● ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal dalam Kegiatan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ● Seniman Prajna Dewantara ungkap Alami Pelecehan Seksual saat Ikut Diplomasi Kebudayaan di Bangkok, Thailand ● Hamzah Batik yang Berada di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Terbakar ● Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia pada Usia 73 Tahun
Place Your Ad Here970 × 130 pxContact: redaksi@actaindonesia.com | WhatsApp: +62 85-11-77-87-987

Libur Sekolah: KCIC Minta Masyarakat Tidak Bermain Layang-Layang di Sekitar Jalur Whoosh

ActaIndonesia.com, JAKARTA—PT Kereta Cepat Indonesia China mengingatkan masyarakat tidak bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat Whoosh. Layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas dapat membahayakan keselamatan dan operasional kereta.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa meminta orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah untuk ikut mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain pada masa libur sekolah.

“Layang-layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh,” ujar Eva di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Dia meminta, masyarakat tidak bermain layang-layang dalam radius minimal 3 kilometer di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh. Bukan tanpa alasan, layang-layang yang putus dan terbawa angin berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), yang menjadi sumber tenaga utama operasional Whoosh.

Jaringan tersebut, ujarnya, menggunakan tegangan tinggi sehingga layang-layang atau benang yang tersangkut dapat merusak jaringan listrik aliran atas maupun pantograf kereta yang berfungsi mengambil daya listrik selama perjalanan.

Dampaknya, tidak hanya berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, tetapi juga menyebabkan gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan yang berdampak pada ribuan penumpang.

Dia menuturkan, pada saat ini, tim KCIC secara rutin melakukan patroli di sepanjang jalur operasional, memasang papan imbauan keselamatan, serta mengamankan layang-layang maupun benang yang ditemukan di sekitar jalur.

Tidak hanya itu, manajemen juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, sekolah, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga keamanan jalur kereta cepat.

Selain pengawasan di lapangan, Eva mengatakan, manajemen juga secara aktif melaksanakan program sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan pelajar yang berada di sekitar jalur operasional.

Dia mengungkapkan, sepanjang 2024 hingga Mei 2026, KCIC telah melaksanakan 46 kegiatan sosialisasi keselamatan yang menjangkau 38 sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMP dengan total 7.827 siswa, serta masyarakat di 6 kecamatan di wilayah yang rentan mengalami gangguan layang-layang.

“Keselamatan operasional Whoosh tidak hanya mengandalkan teknologi dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan jalur kereta cepat, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan di sekitar jalur Whoosh,” ujarnya.

Sementara itu, manajemen mencatat bahwa petugas KCIC telah mengamankan sebanyak 452 layang-layang dan benangnya yang ditemukan di sekitar jalur operasional Whoosh sepanjang 2024 hingga Mei 2026 – terutama di kawasan Padalarang, Cimahi, dan Bandung.

Jumlah temuan tersebut terdiri dari 25 temuan pada tahun 2024, meningkat menjadi 317 temuan pada tahun 2025, serta 110 temuan pada periode Januari hingga Mei 2026.

2 thoughts on “Libur Sekolah: KCIC Minta Masyarakat Tidak Bermain Layang-Layang di Sekitar Jalur Whoosh”

  1. Hmm…. Sungguh tak mengira jika layang-layang yang begitu sederhana bisa menjadi berbahaya. Bagaimana kalau mainnya sudah jauh terus kebawa angin ya?

  2. Kasiannya anak-anak menjadi agak sulit bermain layang-layang. Apakah di Jepang atau China juga terdapat pembatasan seperti ini? Atau anak-anaknya sudah tidak bermain layang-layang lagi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *