Penjualan Mobil Nasional Tumbuh pada Semester 1-2026, Ritel 10,5% dan Wholesales 15,9%

ActaIndonesia.com, JAKARTA—Penjualan mobil nasional mempertahankan tren positif pada paruh pertama 2026. Lebih dari 50% merek yang tercantum dalam data GAIKINDO mencatatkan pertumbuhan penjualan pada semester I-2026.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) mencapai 436.564 unit sepanjang Januari–Juni 2026, meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 376.707 unit.

Kinerja positif juga tercermin pada penjualan ritel atau distribusi kendaraan dari dealer ke konsumen. Selama enam bulan pertama tahun ini, penjualan retail mencapai 433.848 unit, naik sekitar 10,5% dibandingkan semester I-2025 sebanyak 392.764 unit.

Secara bulanan, pasar otomotif juga melanjutkan tren penguatan. Pada Juni 2026, penjualan wholesales mencapai 77.550 unit, naik 12% dibandingkan Mei yang sebanyak 69.219 unit. Sementara itu, penjualan retail meningkat menjadi 74.507 unit dari 71.890 unit pada bulan sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, industri otomotif membukukan pertumbuhan penjualan selama 3 bulan berturut-turut sejak April 2026. Tren tersebut mengindikasikan permintaan kendaraan mulai pulih setelah pasar sempat menghadapi tekanan pada awal tahun akibat ketidakpastian ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat.

Berdasarkan data GAIKINDO, Toyota masih menjadi pemimpin pasar nasional pada semester I-2026 dengan penjualan wholesales 143.375 unit, disusul Daihatsu 61.304 unit, Mitsubishi Motors 38.031 unit, Suzuki 32.301 unit, dan BYD 23.257 unit.

Sementara dalam kategori penjualan ritel, Toyota tercatat memiliki penjualan sebanyak 129.925 unit, Daihatsu 72.209 unit, Suzuki 36.592 unit, Mitsubishi Motors 34.290 unit, dan Honda 23.847 unit.

Infografis Penjualan Mobil Januari-Juni 2026 dalam data Gaikindo.

Kinerja semester pertama tersebut menjadi modal positif bagi industri otomotif untuk memasuki paruh kedua tahun ini.

Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengungkapkan, capaian-capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa industri otomotif Indonesia tetap memiliki daya saing yang tinggi di tengah dinamisnya tantangan ekonomi global.

“Kemajuan yang dicapai oleh industri otomotif kita saat ini sangat menggembirakan, terutama dari kuatnya angka produksi domestik dan performa ekspor yang terus terjaga,” katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, Gaikindo juga optimistis industri otomotif di dalam negeri dapat kian terus tumbuh dan berkembang dengan diselenggarakannya ajang GIIAS 2026.

Pada saat ini, ujarnya, antusiasme dari para merek kendaraan terhadap pameran tahunan ini menjadi bukti nyata dari kuatnya daya tarik industri otomotif tanah air.

“Semakin banyak merek kendaraan bermotor yang bergabung di GIIAS membuat informasi perkembangan industri yang disajikan jadi jauh lebih lengkap. Kami yakin penyelenggaraan GIIAS dapat semakin mendorong industri otomotif di Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, pameran GIIAS 2026 diikuti oleh merek yang lebih banyak, lebih lengkap. Kondisi ini tidak hanya menunjukan besarnya pameran internasional ini, tetapi juga menjadi indikator kepercayaan bagi para pelaku industri terhadap potensi industri otomotif nasional.

“Kedepannya GAIKINDO ingin meyakinkan para pelaku industri dunia bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, tetapi juga basis yang sangat strategis untuk penguatan industri kendaraan masa depan,” ujarnya.

One thought on “Penjualan Mobil Nasional Tumbuh pada Semester 1-2026, Ritel 10,5% dan Wholesales 15,9%”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *