
ActaIndonesia.com, JAKARTA—Mercedes-AMG resmi memperkenalkan GLE 63 S 4MATIC+ dan GLS 63 4MATIC+ versi terbaru untuk pasar Indonesia. Dengan mengusung mesin V8 biturbo, kedua kendaraan tersebut diklaim memiliki kinerja yang mumpuni.
Michael Schiebe, anggota Board of Management Mercedes-Benz Group AG sekaligus Chairman of the Management Board Mercedes-AMG GmbH, mengatakan bahwa inti pembaruan terletak dalam mesin V8 biturbo 4,0 liter AMG M177 EVO yang telah direvisi secara fundamental.
Mesin tersebut, ujarnya, dirancang untuk mempertahankan karakter khas AMG, sekaligus memenuhi standar emisi global yang semakin ketat di masa depan. Dia menuturkan, perubahan teknis mencakup penggunaan flat-plane crankshaft, sistem injeksi yang dioptimalkan, desain ulang intake dan exhaust port, hingga peningkatan turbocharger untuk respons yang lebih presisi dan efisien.
“V8 kami merupakan komponen utama dari DNA performa kami dan tetap menjadi yang paling ideal bagi GLE 63 S dan GLS 63 terbaru,” ujar Michael Schiebe, beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan, mesin generasi M177 EVO telah direkayasa ulang agar tetap relevan dalam jangka panjang tanpa mengorbankan karakter performa khas AMG.

Mesin tersebut, ujarnya, menghasilkan tenaga 450 kW atau 612 hp dengan torsi puncak 850 Nm pada rentang 2.500 hingga 4.500 rpm. Menurutnya, dukungan sistem mild-hybrid 48 volt melalui integrated starter generator (ISG 2.0) menambah daya hingga 17 kW atau 23 hp serta torsi tambahan 205 Nm.
Tidak hanya itu, dukungan sistem mild-hybrid 48 votl juga diklaim meningkatkan efisiensi dan kehalusan saat akselerasi maupun deselerasi.
Dia menuturkan, dari sisi performa, GLE 63 S 4MATIC+ mampu melesat 0–100 km/jam dalam 3,9 detik, sementara GLS 63 4MATIC+ mencatat 4,2 detik. Keduanya memiliki kecepatan tertinggi hingga 280 km/jam.
Selain mesin, Mercedes-AMG juga memperbarui sistem knalpot AMG Performance yang kini menawarkan karakter suara lebih variatif. Melalui kontrol katup elektronik, pengemudi dapat mengatur karakter suara mulai dari halus pada mode Comfort hingga lebih agresif pada Sport+.
Dia menambahkan, dari sisi desain, kedua SUV tampil lebih tegas dengan gril radiator khas AMG, intake udara lebih besar, serta pencahayaan LED eksklusif. Bagian belakang diperkuat dengan desain diffuser baru dan knalpot ganda yang menegaskan identitas performa kendaraan.
Peningkatan, ujarnya, juga dilakukan pada sektor sasis melalui AMG RIDE CONTROL+ dengan suspensi udara adaptif. Sistem ini mampu menyesuaikan tinggi kendaraan hingga 55 milimeter untuk kebutuhan off-road, serta merendahkan bodi pada kecepatan tinggi guna meningkatkan stabilitas dan efisiensi.
Dia mengungkapkan, untuk menjaga kestabilan saat bermanuver, AMG turut menyematkan sistem ACTIVE RIDE CONTROL yang memantau kondisi kendaraan hingga 1.000 kali per detik untuk mengurangi efek limbung secara real time.
Sistem tersebut, lanjutnya, dipadukan dengan AMG Performance 4MATIC+ dan differential pengunci elektronik di gandar belakang untuk meningkatkan traksi dalam berbagai kondisi jalan.
Dia menambahkan, nuansa mewah dan sporty dipertahankan melalui material kulit Nappa, elemen trim karbon atau aluminium, serta setir AMG Performance generasi terbaru di bagian interior. Kemudian, sistem infotainment berbasis MB.OS menampilkan data performa secara real time, termasuk distribusi torsi, gaya gravitasi, hingga parameter mesin.
Menurutnya, Mercedes-AMG juga menawarkan program personalisasi MANUFAKTUR yang memungkinkan konsumen memilih berbagai warna eksterior dan konfigurasi interior, termasuk opsi cat khusus serta detail trim eksklusif.


