Astra Otoparts Catat Pertumbuhan Pendapatan Manufaktur 17,6% hingga Kuartal III 2026

ActaIndonesia.com, JAKARTA— PT Astra Otoparts Tbk. membukukan pendapatan bersih segmen manufaktur sebesar Rp9,18 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 17,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan segmen ini menjadi kontributor bagi peningkatan pendapatan konsolidasian perseroan sebesar 15% menjadi Rp17,02 triliun.

Astra Otoparts mencatatkan laba bersih Rp1,80 triliun hingga September 2026, meningkat 14,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan dua segmen bisnis perseroan, yakni manufaktur dan perdagangan.

Pendapatan segmen manufaktur meningkat dari Rp7,80 triliun pada kuartal III 2025 menjadi Rp9,18 triliun pada periode yang sama tahun ini. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan permintaan komponen dari pelanggan original equipment manufacturer (OEM), baik untuk model kendaraan yang telah dipasarkan maupun model baru.

Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan perseroan terus memperkuat kapabilitas manufaktur untuk meningkatkan kolaborasi dengan pelanggan OEM yang sudah ada sekaligus memperluas basis pelanggan baru.

“Pertumbuhan kinerja Astra Otoparts secara berkelanjutan hingga kuartal III 2026 didukung oleh kontribusi positif segmen manufaktur dan perdagangan yang saling melengkapi,” ujar Yusak di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Perseroan juga mengembangkan komponen untuk kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) dan kendaraan elektrifikasi (electric vehicle/xEV). Pengembangan mencakup komponen umum (general parts) maupun komponen khusus (specific parts) untuk kendaraan elektrifikasi.

Selain memperluas pasokan komponen bagi model kendaraan yang sudah ada dan model baru, Astra Otoparts melakukan diversifikasi bisnis manufaktur ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas cakupan usaha segmen manufaktur dalam jangka panjang.

Di sisi lain, segmen perdagangan membukukan pendapatan bersih Rp7,84 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 12% dibandingkan dengan Rp7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan segmen perdagangan didukung penambahan portofolio produk aftermarket, perluasan jaringan distribusi dan gerai ritel, serta peningkatan permintaan komponen ekspor. Permintaan juga berasal dari pelanggan bisnis ke bisnis (business to business/B2B) dan bisnis ke konsumen (business to consumer/B2C).

Hingga kuartal III 2026, Astra Otoparts memiliki 49 diler utama dan 28 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang otomotif di seluruh Indonesia.

Perseroan juga mengoperasikan 673 gerai ritel modern yang terdiri atas Shop & Drive, Super Shop & Drive, Astra Otoservice, Shop & Bike, dan Aspira Motoquick. Selain itu, Astra Otoparts mengembangkan Astra Otoshop, platform digital yang mengintegrasikan layanan daring dan luring untuk memudahkan pembelian produk serta layanan pemasangan.

Yusak mengatakan perseroan memperluas jangkauan pasar melalui jaringan distribusi, ritel, dan ekspor, dengan dukungan portofolio produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Di bidang kendaraan listrik, Astra Otoparts mengembangkan jaringan pengisian daya Astra Otopower. Hingga akhir kuartal III 2026, jaringan tersebut telah mengoperasikan 71 unit di 61 lokasi strategis di Indonesia.

Perseroan juga menghadirkan pengisi daya kendaraan listrik atau electric vehicle charger (EV charger) ALTRO berkapasitas 7 kW dalam layanan Home Charging Services Ultima melalui aplikasi PLN Mobile.

Selain menyasar pelanggan B2B, produk ALTRO dipasarkan kepada konsumen melalui platform marketplace untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di rumah.

Dari sisi neraca, total aset Astra Otoparts mencapai Rp25,18 triliun hingga kuartal III 2026, meningkat 11,3% dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2025. Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp17,89 triliun.

Astra Otoparts merupakan bagian dari Grup Astra yang bergerak di bidang produksi dan distribusi suku cadang kendaraan roda empat dan roda dua untuk pasar OEM dan replacement market (REM), baik di dalam maupun luar negeri. Perseroan juga memiliki pasar ekspor di lebih dari 50 negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *