
ActaIndonesia.com, MERAK—PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengoperasikan KMP Portlink III, guna mendukung arus lalu lintas penyeberangan Merak-Bakauheni setelah terbakarnya KMP Batumandi.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pengoperasian KMP Portlink III merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam memastikan kesiapan layanan penyeberangan, khususnya di lintasan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
“Kami berharap kehadiran kapal ini dapat mendukung kelancaran perjalanan pengguna jasa sekaligus menunjang pergerakan logistik yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Heru, rabu, 28 Oktober 2026.
Dia mengungkapkan, KMP Portlink III akan melayani lintasan Merak–Bakauheni setiap hari. Sebelum mulai beroperasi, kapal tersebut bertolak dari Paciran, Jawa Timur, pada Kamis (22/10) pukul 16.50 WIB sebagai bagian dari rangkaian persiapan pengoperasian.
Terkait operasional KMP Portlink III, lanjutnya, ASDP memastikan pengoperasian kapal dilaksanakan dengan memperhatikan pemenuhan persyaratan keselamatan dan ketentuan operasional yang berlaku.

Dia menuturkan, koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait juga terus dilakukan untuk mendukung kesiapan layanan, sehingga operasional kapal dapat berlangsung sesuai ketentuan serta kebutuhan pelayanan di lapangan.
Heru mengatakan bahwa penguatan layanan penyeberangan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan armada, tetapi juga konsistensi dalam menerapkan standar keselamatan dan pelayanan kepada pengguna jasa.
Menurutnya, keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasional kapal penyeberangan.
“Kami terus melakukan evaluasi dan koordinasi agar kesiapan armada berjalan seiring dengan kualitas pelayanan. Harapannya, layanan penyeberangan Merak–Bakauheni dapat terus mendukung kelancaran perjalanan masyarakat serta distribusi logistik yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Dia menuturkan, melalui pengoperasian KMP Portlink III, ASDP melanjutkan upaya memperkuat layanan penyeberangan yang andal dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.
Perusahaan, ujarnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan operasional serta menjaga kualitas layanan pada lintasan strategis yang menjadi penghubung utama Jawa dan Sumatera.
Untuk diketahui, Kapal tersebut memiliki bobot 15.341 GT dengan kapasitas angkut hingga 250 penumpang dan 150 unit kendaraan campuran.
Sebelumnya, KMP Batumandi mengalami kebakaran di lintasan penyeberangan Bakauheni-Merak beberapa waktu lalu.
Insiden kebakaran bermula ketika KMP Batumandi yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak pada pukul 14.32 WIB terdeteksi mengalami percikan api sekitar pukul 16.15 WIB.
Api terdeteksi di bagian buritan kapal, tepatnya di dek atas kendaraan kecil, ketika kapal berada di sekitar Pulau Merak Besar dalam proses olah gerak menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Penanganan insiden tersebut melibatkan petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, kepolisian, dan instansi terkait lainnya. ASDP menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang membantu proses evakuasi penumpang dan awak kapal serta penanganan insiden di lapangan.


