BYD dan JAECOO Melesat, Peta Persaingan Mobil Nasional Mulai Bergeser  

ActaIndonesia.com, JAKARTA — Dominasi merek otomotif asal Jepang masih belum tergoyahkan di pasar otomotif Indonesia pada Januari-Mei 2026. Namun, data terbaru Gaikindo menunjukkan adanya pergeseran menarik di bawah lima besar.

Berdasarkan data terbaru Gaikindo yang dilihat ActaIndonesia.com, merek asal China seperti BYD dan JAECOO berhasil mencatat lonjakan pangsa pasar (Market share) yang signifikan dalam 5 bulan pertama 2026, menantang dominasi pemain-pemain lama di pasar Indonesia.

Secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer), pasar mobil nasional mencapai 359.015 unit selama Januari-Mei 2026, naik 12,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 318.344 unit. Sementara retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) tumbuh 8,8 persen menjadi 359.490 unit dari sebelumnya 330.486 unit.

Data Gaikindo menunjukkan, Toyota masih menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 31,0 persen di wholesales dan 30,3 persen di retail sales. Daihatsu berada di posisi kedua dengan market share masing-masing 16,6 persen dan 16,5 persen.

Meskipun begitu, duo teratas itu menunjukkan penurunan pangsa pasar baik di kategori wholesales maupun retail sales. Market share Toyota turun dari 33,3 persen menjadi 31 persen di kategori wholesales. Sementara di retail sales turun dari 32,4 persen menjadi 30,3 persen.

Pangsa pasar Daihatsu turun dari 17,3 persen menjadi 16,6 di kategori wholesales. Kemudian, di retail sales turun dari 17,2 persen menjadi 16,5 persen.

Meskipun keduanya masih mendominasi, sorotan utama justru datang dari BYD dan JAECOO yang berhasil menembus jajaran 10 besar nasional.

BYD mencatat wholesales sebanyak 17.993 unit sepanjang Januari-Mei 2026 atau menguasai 5,0 persen pasar nasional. Angka ini melonjak 49,8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 12.013 unit. Pangsa pasarnya juga naik dari 3,8 persen menjadi 5,0 persen.

Di retail sales, performa BYD bahkan lebih agresif. Penjualannya mencapai 19.431 unit atau tumbuh 68,5 persen dibandingkan Januari-Mei 2025 yang sebanyak 11.533 unit. Market share BYD naik dari 3,5 persen menjadi 5,4 persen, menjadikannya merek mobil keenam terbesar di Indonesia berdasarkan kategori penjualan ke konsumen.

Meskipun penjualan BYD pada Mei mengalami penurunan dibanding April, capaian kumulatif lima bulan pertama tetap menunjukkan tren ekspansi yang kuat.

Fenomena menarik datang dari merek asal China lain, yakni JAECOO. Merek yang relatif baru ini langsung menempati posisi ketujuh nasional baik di wholesales maupun retail sales.

Sepanjang Januari-Mei 2026, JAECOO membukukan wholesales 14.284 unit dengan market share 4,0 persen. Pada periode yang sama tahun lalu, kontribusinya nyaris belum terlihat, sehingga seluruh capaian tersebut menjadi tambahan baru bagi pasar.

Di retail sales, JAECOO mencatat 13.936 unit dengan market share 3,9 persen, hanya terpaut tipis dari Mitsubishi Fuso yang berada di bawahnya. Bahkan dari sisi produksi domestik, JAECOO telah menghasilkan 13.973 unit atau menguasai 2,8 persen produksi kendaraan nasional.

Di tengah melesatnya merek-merek baru, Honda justru mengalami tekanan cukup besar. Wholesales Honda turun 35,9 persen menjadi 18.271 unit dengan market share menyusut dari 9,0 persen menjadi 5,1 persen.

Di kategori retail sales, penjualan Honda turun lebih dalam lagi, yakni 40,6 persen menjadi 20.162 unit. Pangsa pasarnya merosot dari 10,3 persen menjadi 5,6 persen.

Penurunan Honda membuat jarak dengan BYD semakin tipis. Di retail sales, selisih keduanya kini hanya sekitar 731 unit.

Merek China Kian Agresif

Selain BYD dan JAECOO, sejumlah merek China lain juga mencatat pertumbuhan sangat tinggi. Geely membukukan kenaikan wholesales 914,7 persen menjadi 6.413 unit dan retail sales 1.047 persen menjadi 6.148 unit.

Jetour tumbuh 562,9 persen di wholesales dan 537,5 persen di retail sales. GWM juga melonjak lebih dari 190 persen secara wholesales dan 263 persen secara retail sales.

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar otomotif Indonesia pada 2026 tidak lagi hanya ditopang merek-merek Jepang. Merek China mulai mengubah struktur persaingan, terutama di segmen kendaraan elektrifikasi dan SUV, yang membuat peta market share nasional semakin kompetitif.

 Market Share Wholesales Jan–Mei 2026 (Top 10)

MerekUnitMarket Share
Toyota111.11931,0%
Daihatsu59.42016,6%
Suzuki30.2628,4%
Mitsubishi Motors28.4457,9%
Honda18.2715,1%
BYD17.9935,0%
JAECOO14.2844,0%
Mitsubishi Fuso13.4593,7%
Isuzu10.8203,0%
Hino8.3412,3%

 

Market Share Retail Sales Jan–Mei 2026 (Top 10)

MerekUnitMarket Share
Toyota108.80330,3%
Daihatsu59.48416,5%
Suzuki30.9088,6%
Mitsubishi Motors29.3648,2%
Honda20.1625,6%
BYD19.4315,4%
JAECOO13.9363,9%
Mitsubishi Fuso13.9033,9%
Isuzu10.3082,9%
Hino8.2372,3%

Sumber: GAIKINDO, Januari–Mei 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *