InJourney Airports Siapkan 14 Bandara untuk Kepulangan 200.000 Jemaah Haji  

ActaIndonesia.com, JAKARTA— Lebih dari 200.000 jemaah haji akan mulai kembali ke Indonesia pada periode 1 Juni-1 Juli 2026. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyiapkan 14 bandara embarkasi dengan layanan prioritas bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas untuk mengantisipasi arus kedatangan tersebut,

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan fase pemulangan menjadi fokus utama karena jemaah baru menempuh penerbangan panjang sekitar 10–12 jam dari Arab Saudi.

“Yang menjadi perhatian kami adalah memastikan proses kedatangan berjalan lancar dan nyaman, atau seamless, setelah perjalanan panjang dari Tanah Suci,” ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026.

Dia menjelaskan, kesiapan layanan mencakup pengaturan slot penerbangan, penggunaan taxiway, parkir pesawat, hingga distribusi jemaah dari bandara ke asrama haji menggunakan bus. Seluruh proses tersebut telah dikoordinasikan dengan PPIH, maskapai, AirNav Indonesia, Karantina, Imigrasi, serta Bea dan Cukai.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kepulangan jemaah akan dipusatkan di Terminal 2F yang memang dikhususkan untuk layanan haji dan umrah. Menurutnya, terminal tersebut dipisahkan dari arus penumpang umum untuk menjaga kelancaran layanan.

Pahlevi juga mengimbau keluarga jemaah untuk menjemput di asrama haji guna mengurangi kepadatan di area bandara.

Tidak hanya itu, dia juga memastikan bahwa seluruh bandara telah dilengkapi fasilitas ramah lansia dan disabilitas, termasuk penyediaan kursi roda serta petugas khusus di titik layanan utama. Fasilitas kesehatan juga disiagakan bagi jemaah yang membutuhkan penanganan medis setibanya di Tanah Air.

Adapun 14 bandara yang melayani fase pemulangan haji tahun ini meliputi Soekarno-Hatta, Juanda, Adi Soemarmo, Kertajati, Sultan Hasanuddin, Hang Nadim, Syamsudin Noor, Sultan Mahmud Badaruddin II, Kualanamu, Yogyakarta International Airport, SAMS Sepinggan, Zainuddin Abdul Madjid, Sultan Iskandar Muda, dan Minangkabau.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *