Pakar Prediksi Harga Minyak Dunia Menguat Pekan Depan, Emas Berpotensi Berfluktuasi

ActaIndonesia.com, JAKARTA—Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga minyak mentah dunia masih berpotensi menguat dalam sepekan ke depan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina. Sementara itu, harga emas dunia dan logam mulia diperkirakan bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Dalam paparan kepada media, Minggu, 19 Juli 2026, Ibrahim mengatakan indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) diperkirakan bergerak pada kisaran 100,10 hingga 102,30 dalam sepekan mendatang, setelah ditutup di level 100,70 pada akhir perdagangan pekan ini.

Untuk komoditas energi, dia memperkirakan harga West Texas Intermediate (WTI) akan bergerak di rentang US$70,20 hingga US$95 per barel, sedangkan Brent crude oil diproyeksikan berada pada kisaran US$85 hingga US$100 per barel.

“Artinya kemungkinan besar harga minyak mentah, baik WTI maupun Brent crude oil, akan kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata Ibrahim di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2026.

Di pasar logam mulia domestik, Ibrahim memperkirakan harga emas batangan akan bergerak pada kisaran Rp2.430.000 hingga Rp2.720.000 per gram dalam sepekan mendatang. Adapun harga emas dunia diproyeksikan berada di rentang US$3.856 hingga US$4.149 per troy ounce.

Menurut Ibrahim, terdapat empat faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan pasar pada pekan depan, yakni geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, serta keseimbangan pasokan dan permintaan.

Dari sisi geopolitik, dia menilai eskalasi konflik di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran pasar. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk serangan terhadap sejumlah infrastruktur serta meningkatnya aktivitas militer di kawasan, dinilai berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global.

Selain itu, potensi gangguan pelayaran di Laut Merah maupun Selat Hormuz dinilai dapat meningkatkan biaya logistik dan transportasi sehingga mendorong kenaikan harga minyak dunia.

“Kalau jalur distribusi energi terganggu, biaya logistik akan naik dan pada akhirnya mendorong inflasi,” ujarnya.

Di Eropa Timur, konflik Rusia dan Ukraina juga dinilai masih menjadi faktor yang menopang harga minyak. Menurut Ibrahim, serangan terhadap fasilitas energi di kedua negara dapat memengaruhi pasokan minyak global sehingga memberikan sentimen positif bagi harga Brent maupun WTI.

Sementara dari sisi politik Amerika Serikat, Ibrahim menilai suhu politik menjelang pemilu sela Kongres diperkirakan semakin memanas. Menurut dia, isu inflasi dan kenaikan harga energi berpotensi menjadi bahan kampanye yang dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi Negeri Paman Sam.

Faktor lain yang menjadi perhatian adalah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Meski data inflasi Amerika Serikat sebelumnya menunjukkan perlambatan, Ibrahim menilai kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik berpotensi kembali mendorong inflasi.

“Kalau inflasi kembali naik, bukan tidak mungkin The Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkannya,” katanya.

Di sisi lain, Ibrahim mencatat bank-bank sentral dunia masih terus menambah cadangan emas sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas cadangan devisa di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut dia, tren pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan masih akan berlanjut karena emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai.

Dia juga memperkirakan nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah tersebut, menurutnya, dapat menahan penurunan harga logam mulia di pasar domestik meskipun harga emas dunia berpotensi mengalami koreksi.

Seluruh proyeksi tersebut, kata Ibrahim, tetap sangat bergantung pada perkembangan geopolitik global, arah inflasi Amerika Serikat, serta keputusan Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga pada periode mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *