Pengamat Menilai Modernisasi Trans Semarang Harus Diikuti Pengaktifan Rute ke Pasar Johar

ActaIndonesia.com, SEMARANG—Program peremajaan 132 armada Trans Semarang hingga akhir 2026 dinilai akan memberikan dampak besar terhadap kualitas transportasi publik di Kota Semarang. Namun, langkah itu perlu diikuti dengan perluasan jaringan.

Akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai modernisasi tersebut perlu diiringi dengan pengaktifan kembali rute Trans Semarang yang masuk ke kawasan Pasar Johar agar manfaatnya semakin luas.

“Peremajaan armada Bus Trans Semarang akan memiliki dampak yang sangat signifikan, tidak hanya bagi kenyamanan penumpang, tetapi juga dari aspek ekonomi, lingkungan, keselamatan, dan efisiensi fiskal daerah,” katanya kepada ActaIndonesia.com, Kamis, 9 Juli 2026.

Dia menjelaskan, dari sisi keselamatan, armada baru dilengkapi sistem pengereman dan komponen elektrikal yang lebih mutakhir sehingga dapat menekan risiko kecelakaan akibat kerusakan teknis.

Peremajaan armada juga diharapkan mengurangi gangguan operasional akibat bus mogok yang selama ini menyebabkan keterlambatan layanan dan mengacaukan jadwal keberangkatan.

Di bidang operasional, bus generasi baru dinilai lebih hemat bahan bakar dan membutuhkan biaya perawatan yang lebih rendah karena masih berada dalam masa garansi. Kondisi tersebut berpotensi menekan biaya operasional per kilometer sehingga penggunaan subsidi transportasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang menjadi lebih efisien.

Dia juga menilai modernisasi dapat meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat. Armada baru memungkinkan penggunaan bus berlantai rendah (low deck) yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun pengguna berkebutuhan khusus.

Selain itu, kualitas kabin yang lebih baik, pendingin udara yang optimal, suspensi yang lebih nyaman, serta tata letak kursi yang ergonomis diperkirakan mampu meningkatkan kepuasan penumpang.

Dari sisi lingkungan, Dia menilai penggunaan armada berstandar emisi yang lebih tinggi, termasuk rencana pengoperasian bus listrik di Koridor 1 mulai September 2026, akan membantu menurunkan emisi gas buang dan polusi suara di koridor-koridor padat lalu lintas.

“Armada yang bersih, modern, dan andal juga akan meningkatkan daya tarik transportasi umum sehingga masyarakat pengguna kendaraan pribadi terdorong beralih ke Trans Semarang. Jika jumlah penumpang meningkat, kemacetan di jalan-jalan utama Kota Semarang dapat berkurang secara bertahap,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Semarang, modernisasi dilakukan secara bertahap melalui pengadaan 132 armada baru yang terdiri atas 27 bus besar, 41 bus sedang, dan 64 bus kecil. Sebanyak 61 unit telah dioperasikan, 20 unit masih dalam proses administrasi, sedangkan 51 unit lainnya berada pada tahap perakitan.

Seluruh armada tersebut akan memperkuat layanan Koridor 4, Koridor 8, Feeder 1, dan Feeder 3. Sementara itu, Koridor 1 yang menghubungkan Terminal Mangkang dan Terminal Penggaron akan sepenuhnya menggunakan 27 bus listrik berkapasitas 62 penumpang yang dirancang beroperasi di jalur khusus (dedicated lane).

Meski mendukung modernisasi armada, Dia menilai peningkatan kualitas kendaraan harus diikuti dengan penguatan jaringan layanan. Salah satu usulan yang disampaikannya adalah mengaktifkan kembali rute Trans Semarang yang masuk ke kawasan Pasar Johar.

Menurut Djoko, Pasar Johar merupakan pusat perdagangan sekaligus kawasan cagar budaya yang pernah menjadi simpul utama transportasi umum di Semarang pada era 1980-an. Saat itu, berbagai trayek Bus DAMRI dan angkutan kota menjadikan Pasar Johar sebagai titik akhir perjalanan.

Kini, fungsi tersebut telah bergeser ke Simpang Lima sehingga halte Simpang Lima dan Balaikota menjadi pusat transit utama Trans Semarang.

Dia mengatakan, halte yang telah dibangun di kawasan Pasar Johar saat ini justru terbengkalai. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu mengalihkan atau memperpanjang sejumlah rute Trans Semarang, baik koridor utama maupun feeder, agar kembali masuk ke kawasan tersebut.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Akses transportasi yang lebih mudah diyakini mampu meningkatkan jumlah pengunjung dan transaksi pedagang di Pasar Johar.

Selain itu, biaya transportasi bagi pedagang, pekerja pasar, maupun pembeli juga dapat ditekan sehingga pengeluaran masyarakat menjadi lebih efisien.

Dari sisi sosial, pengaktifan rute menuju Pasar Johar akan memperluas akses transportasi bagi kelompok rentan, seperti lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan pekerja sektor informal, termasuk buruh gendong.

Integrasi dengan koridor utama juga memudahkan masyarakat dari wilayah pinggiran Semarang, seperti Mangkang, Penggaron, Cangkiran, dan Gunungpati, menuju pusat perdagangan tersebut dengan perjalanan yang lebih efisien.

Dia juga menilai langkah tersebut akan mengoptimalkan infrastruktur transportasi yang telah dibangun pemerintah. Halte di Pasar Johar yang selama ini tidak dimanfaatkan dapat kembali berfungsi, sekaligus mengurangi kepadatan penumpang yang selama ini terpusat di Halte Simpang Lima dan Balaikota.

Dari aspek lingkungan, bertambahnya akses transportasi umum menuju Pasar Johar diperkirakan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga emisi gas buang dan kemacetan di kawasan tersebut ikut menurun, terutama apabila dilayani armada bus listrik.

Selain itu, pengaktifan rute Trans Semarang juga dinilai akan mendukung revitalisasi kawasan cagar budaya Pasar Johar yang terhubung dengan Kota Lama Semarang dan Masjid Agung Kauman.

Menurut Djoko, integrasi transportasi publik dengan kawasan heritage akan memperkuat konsep Transit-Oriented Development (TOD) skala mikro sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan maupun masyarakat.

(Baca berita-berita ActaIndonesia.com di Google News)

One thought on “Pengamat Menilai Modernisasi Trans Semarang Harus Diikuti Pengaktifan Rute ke Pasar Johar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *